KECERDASAN NATURALIS PDF

Hal ini menunjukkan seberapa sensitif seseorang terhadap alam dan dunia di sekelilingnya. Orang — orang yang mempunyai kecerdasan naturalis biasanya tertarik kepada aktivitas seperti menanam tanaman, memelihara binatang atau tertarik mempelajari tentang dunia binatang dan dunia tanaman. Para penjaga kebun binatang, ahli biologi, tukang kebun, dan dokter hewan adalah diantara orang — orang yang dilihat Gardner memiliki kecerdasan naturalis yang tinggi. Definisi dari kecerdasan naturalis menurut Howard Gardner adalah kemampuan untuk mengenali, melihat perbedaan, menggolongkan, dan mengkategorikan apa yang dia lihat atau jumpai di alam atau di lingkungannya. Menjadi cerdas secara alami dapat menolong manusia di zaman dulu untuk mengenali pola dan perubahan di sekeliling lingkungan mereka untuk dapat bertahan hidup. Kecerdasan ini terletak pada bagian otak yang bertanggung jawab untuk mengenali pola, membentuk hubungan halus, khususnya pada area otak yang dapat menangkap persepsi sensor yang akurat, sebagaimana pemisahan dan pengklasifikasian objek tertentu.

Author:Fenrikree Gagore
Country:Antigua & Barbuda
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):15 July 2016
Pages:360
PDF File Size:19.98 Mb
ePub File Size:2.17 Mb
ISBN:377-8-97733-384-9
Downloads:64853
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Maukree



Kecerdasan Naturalis Memiliki ciri antara lain: a suka dan akrab pada berbagai hewan peliharaan, b sangat menikmati berjalan-jalan di alam terbuka, c suka berkebun atau dekat dengan taman dan memelihara binatang, d menghabiskan waktu di dekat akuarium atau sistem kehidupan alam, e suka membawa pulang serangga, daun bunga atau benda alam lainnya, f berprestasi dalam mata pelajaran IPA, Biologi, dan lingkungan hidup.

Salah satunya adalah kecerdasan naturalis atau kecerdasan alam. Kecerdasan naturalis adalah kecerdasan yang dimiliki oleh individu terhadap tumbuhan, hewan dan lingkungan alam sekitarnya.

Individu yang memiliki kecerdasan naturalis yang tinggi akan mempunyai minat dan kecintaan yang tinggi terhadap tumbuhan, binatang dan alam semesta. Ia tidak akan sembarangan menebang pohon. Ia tidak akan sembarangan membunuh dan menyiksa binatang. Dan ia juga akan cenderung menjaga lingkungan dimana ia berada. Ia akan menyayangi tumbuhan, binatang dan lingkungan sebagaimana ia menyayangi dirinya sendiri. Inilah kecerdasan naturalis yang tinggi. Nah, orang-orang yang bersusah payah menanam kembali pohon di area yang gundul tanpa mengharapkan imbalan yang memadai itulah orang-orang yang mempunyai kecerdasan naturalis yang tinggi.

Sebaliknya, orang-orang yang dengan mudahnya merusak lingkungan, menyiksa dan membunuh binatang serta menebang tumbuhan secara sembarangan itulah orang-orang yang mempunyai kecerdasan naturalis yang rendah. Kecerdasan naturalis perlu diajarkan dan ditanamkan sejak anak usia dini, yaitu antara tahun sesuai dengan teori perkembangan otak.

Pada saat ini efektifitasnya sangat tinggi, artinya pada saat usia ini internalisasi nilai-nilai naturalis akan sangat efektif diserap dan diterapkan oleh anak-anak. Diatas usia ini efektifitasnya diprediksi berkurang dan semakin kurang efektif sejalan dengan bertambahnya usia anak tersebut. Jika melihat usia tahun, maka yang banyak berperan dalam menanamkan nilai-nilai naturalis adalah kedua orangtua alias keluarga.

Untuk itu, setiap orang tua dan guru PAUD harus mempunyai pengetahuan yang cukup tentang nilai-nilai naturalis agar mereka dapat memberi pengetahuan teori dan contoh nyata kepada anak-anak tersebut. Amat penting artinya untuk memasukkan ke dalam kurikulum PAUD nilai-nilai naturalis, sehingga sejak dini anak-anak sudah mendapat pengetahuan tentang lingkungan dan bagaimana melestarikan lingkungan.

Praktek dan contoh nyata amat penting bagi anak-anak usia dini ini. Apa yang dapat diajarkan dan dicontohkan oleh keluarga orang tua dan guru PAUD? Mereka dapat memberi pelajaran dan praktek memelihara tanaman menanam, menyiram, menyiangi, memupuk dll. Kebiasaan-kebiasaan yang ditanamkan sejak dini ini akan berurat akar, sehingga mereka akan secara konsisten mempraktekkan nilai-nilai naturalis. Muatan naturalis juga harus terus diberikan dan ditanamkan secara berkesinambungan dari PAUD hingga perguruan tinggi.

Dengan cara ini, diharapkan mereka mempunyai kecerdasan naturalis yang tinggi. Internalisasi nilai-nilai naturalis ini harus dibarengi dengan aturan-aturan yang dilaksanakan secara konsekuen.

Aturan-aturan itu dapat dibuat oleh pemerintah pusat ataupun oleh pemerintah daerah. Pelaksanaan aturan Perda yang tidak konsisten akan berdampak kepada tidak patuhnya masyarakat terhadap aturan itu. Oleh sebab itu, sekali aturan itu dibuat harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Tentu saja, aturan itu sebelumnya harus disosialisasikan ke masyarakat. Kecerdasan atau inteligensi adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang mencakup kemampuan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan saling berhubungan.

Semua proses yang terlibat dalam berpikir abstrak, kemampuan menemukan, penyesuaian dalam pemecahan masalah dan kemampuan untuk memperoleh kemampuan yang baru termasuk dalam kecerdasan Semiawan C. Menurut Sprinthill. Menurut Sternberg dalam McNerney D.

Lebih lanjut Sternberg menyatakan bahwa inteligensi mencakup kemampuan manusia akan tiga komponen, yaitu: 1 Inteligensi komponensial, yaitu kemampuan untuk berpikir, merencanakan dan memonitor proses kognitif, 2 Inteligensi eksperensial, yaitu kemampuan untuk memformulasikan ide-ide baru dalam memecahkan masalah, dan 3 Inteligensi kontekstual, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dalam menanggapi suatu peluang atau kesempatan secara optimis.

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan atau inteligensi adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang mencakup kecakapannya dalam berpikir, merencanakan, memformulasi ide-ide baru dalam memecahkan masalah serta kemampuan dalam beradaptasi menghadapi peluang yang ada. Dalam perkembangan konsep inteligensi terjadi perubahan dari konsep tunggal sampai dengan inteligensi majemuk. Kecerdasan majemuk menurut Gardner lebih bersifat manusiawi dan lebih dapat dipercaya karena teori ini lebih mencerminkan secara memadai tingkah laku kecerdasan manusia Gardner H.

Pada perkembangan selanjutnya teori multiple intelligence Gardner mengalami penambahan satu kecerdasan baru, yaitu kecerdasan naturalis. Menurut Gardner seseorang yang memiliki kecerdasan naturalis tinggi adalah seseorang yang menunjukkan kemahiran dalam mengenali dan mengklasifikasi banyak spesies flora dan fauna dalam lingkungannya. Di dalam dunia nyata, seorang naturalis memiliki kemahiran dalam berkebun, menggarap taman yang indah, memelihara binatang serta memiliki perhatian yang lebih dalam penyelamatan lingkungan.

Menurut Rose C. Menurut De Porter dkk. Hal ini dapat dilihat dari kemampuannya melihat hubungan dan pola dalam dunia alamiah, mengidentifikasi dan berinteraksi dengan proses alam. Pendapat di atas didukung oleh Amstrong T. Anak-anak ini lebih suka mengumpulkan bebatuan atau bunga daripada terkurung di sekolah atau rumah mengerjakan tugas menulisnya. Jika diberi tugas sekolah yang melibatkan bungabungaan atau tanaman juga hewan, anak-anak ini akan termotivasi dengan lebih baik.

Dari uraian di atas, maka definisi dari kecerdasan naturalis adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang mencakup kecakapan dalam mengenal, mengklasifikasi flora fauna dan benda-benda alam lainnya serta memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan.

Adapun indikator dari kecerdasan naturalis adalah mengenal lingkungan, mengklasifikasi flora fauna dan kepekaan terhadap lingkungan. Metode Kunjungan Lapangan Sebagai salah satu Metode dalam Meningkatkan Kecerdasan Naturalis Field Visit Techique Menurut Sudjana, Metode kunjungan lapangan dilakukan sebagai salah satu prosedur pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pangalaman langsung dari obyek-obyek yang dikunjungi serta memperoleh pengalaman belajar dari kegiatan di lapangan.

Di samping itu metode ini dapat digunakan untuk menetapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki oleh peserta didik dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata. Menurut Bahri dan Zain , metode kunjungan lapangan atau karyawisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki suatu perternakan, perkebunan, lingkungan alami dan sebagainya.

Metode pembelajaran ini dapat membuat pelajaran di sekolah menjadi lebih relevan dengan kenyataan dan kebutuhan masyarakat. Di samping itu melalui metode ini dapat merangsang kreativitas siswa. Pendapat di atas juga didukung oleh Sriyono yang menyatakan bahwa melalui metode kunjungan lapangan atau karyawisata anak dapat lebih mengenal realita kehidupan masyarakat , mampu mengamati, meneliti dan mempelajari suatu obyek di luar sekolah.

Untuk lebih lanjut Ester menyatakan bahwa kunjungan lapangan dapat memberikan banyak pengalaman nyata bagi manusia. Anak dapat melakukan penelitian secara langsung mengenai lingkungan perkebunan, perternakan, pertanian atau taman-taman nasional Kunjungan lapangan dapat memberi kegiatan pada anak untuk mengumpulkan daun atau spesimen tumbuhan, mencari jejak hewan liar, mengamati proses erosi dan lain-lain.

Sebelum kegiatan berlangsung seorang guru harus mempersiapkan tujuan dan obyek kunjungan serta memperkenalkan terlebih dahulu kepada siswa obyek yang akan diamati. Melalui pengarahan, siswa akan memperoleh banyak informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan. Selama kegiatan siswa dibagi dalam kelompok-kelompok untuk mendiskusikan observasi yang dilakukan.

Setelah kegiatan kunjungan lapangan, dilakukan kembali diskusi kelas untuk lebih memperdalam pengetahuan yang didapat. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa metode kunjungan lapangan field visit technique adalah suatu prosedur pembelajaran dengan melakukan kunjungan ke obyek-obyek tertentu di luar sekolah untuk menerapkan pengetahuan yang telah didapat, mempelajari atau meneliti suatu lingkungan mengenal realita kehidupan masyarakat, mengembangkan kreativitas serta memperkaya pengalaman anak.

Kecerdasan Naturalis adalah kombinasi sifat-sifat manusia yang mencakup kecakapan dalam mengenal, mengklasifikasi flora fauna dan benda-benda alam lainnya serta memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan. Kecerdasan Naturalis sangat erat hubungannya dengan pembelajaran Matematika.

EL PENSAMIENTO LATERAL MANUAL DE CREATIVIDAD EDWARD DE BONO PDF

Multiple Intelegent: Kecerdasan Naturalis

Keberhasilan suatu proses belajar mengajar banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu diantaranya adalah kecerdasan siswa. Kecerdasan ini yang membedakan setiap siswa yang satu dengan yang lainnya dalam bertindak dalam hal apapun. Setiap kecerdasan ini akan memengaruhi gaya belajar setiap siswa sehingga guru perlu memahami setiap kecerdasan yang dimiliki oleh setiap siswanya. Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari banyak dimensi, tidak hanya dilihat dari segi kecerdasan verbal bahasa dan kecerdasan logika. Dalam dunia pendidikan kita yang serba seragam, terkadang perbedaan selalu menjadi suatu masalah bagi pihak sekolah dan siswa sehingga siswa terkadang merasa bahwa guru kurang menghargai kemampuan masing-masing siswanya. Penyamarataan pendidikan tersebut, muncullah suatu perlawanan terhadap sistem yang tidak adil, dimana sistem tersebut mematikan minat, bakat, dan potensi yang dimiliki oleh setiap siswa sehingga siswa tidak dapat berkembang dengan potensi yang dimilikinya. Biologi merupakan sebuah mata pelajaran yang butuh kemampuan dalam mengenali, membedakan, dan mengklasifikasi flora dan fauna.

ASTM F963-08 PDF

Kecerdasan Naturalis – Karakteristik – Tokoh

Posting terkait: Kecerdasan Naturalis Naturalist Intelligence adalah kapasitas untuk mengenali dan mengelompokkan fitur tertentu di lingkungan fisik sekitarnya, seperti binatang, tumbuhan dan kondisi cuaca. Kecerdasan naturalis ialah kemampuan untuk mencintai lingkungan dan sesama makhluk hidup. Cara meningkatkan kecerdasan naturalis ialah dengan cara memelihara hewan favorit, tingkatan frekuensi melihat acara-acara mengenai program flora dan fauna, serta menahan diri untuk tidak merusak lingkungan seperti mencoret meja, mengijak rumput kantor, memetik bunga yang sedang tumbuh. Suka mengamati, mengenali, berinteraksi atau peduli dengan objek, tanaman atau hewan. Mampu menggolongkan objek sesuai dengan karakteristik objek tersebut. Mampu mengenali pola di antara spesies atau kelas dari objek.

IE BALAMA FORMU PDF

Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence)

Komponen inti kecerdasan naturalis adalah kepekaan terhadap alam, keahlian membedakan anggota-anggota suatu spesies, kemampuan mengenali eksistensi spesies lain, dan kemampuan memetakan hubungan antara spesies, baik secara formal atau informal. Terdapat setidak-tidaknya, sepuluh indikator kecerdasan naturalis, yang dapat diwujudkan dalam kegiatan investigasi, eksperimen, menemukan elemen, fenomena alam, pola cuaca, dan kondisi yang mengubah karakteristik sebuah benda. Kecerdasan naturalis pada anak usia tahun baru muncul dalam bentuk perhatian dan minat terhadap alam, langsung maupun gambar. Anak usia tahun sudah memiliki perhatian, minat, dan pengetahuan terhadap alam, kemampuan memperlakukan hewan dan menyampaikan pengamatan, serta memiliki cita-cita. Kecintaan terhadap alam, hewan, dan tumbuhan dirangsang dengan cerita integratif pelestarian alam, melihat film tentang alam, meniru gerak atau suara binatang, tarian padi rebah dan tarian cemara, proyek aquarium, dan proyek bertanam. Kemampuan membedakan benda hidup dan benda mati dilakukan dengan mengobservasi hewan untuk menentukan hidup atau mati, dan kategorisasi objek ke dalam benda hidup atau benda mati.

DR BUDAI LSZL ANGOL NYELVTANI GYAKORLATOK PDF

Kecerdasan Naturalis adalah

Pengertian Kecerdasan Naturalis pada Anak Usia Dini Pengertian Kecerdasan Naturalis pada Anak Usia Dini Kecerdasan naturalis adalah keahlian mengenali dan mengategorikan spesies, baik flora maupun fauna di lingkungan sekitar, dan kemampuan mengolah dan memanfaatkan alam, serta melestarikannya. Komponen inti kecerdasan naturalis adalah kepekaan terhadap alam, keahlian membedakan anggota-anggota suatu spesies, kemampuan mengenali eksistensi spesies lain, dan kemampuan memetakan hubungan antara spesies, baik secara formal atau informal. Terdapat setidak-tidaknya, sepuluh indikator kecerdasan naturalis, yang dapat diwujudkan dalam kegiatan investigasi, eksperimen, menemukan elemen, fenomena alam, pola cuaca, dan kondisi yang mengubah karakteristik sebuah benda. Kecerdasan naturalis pada anak usia tahun baru muncul dalam bentuk perhatian dan minat terhadap alam, langsung maupun gambar. Anak usia tahun sudah memiliki perhatian, minat, dan pengetahuan terhadap alam, kemampuan memperlakukan hewan dan menyampaikan pengamatan, serta memiliki cita-cita.

Related Articles