HERMENEUTIKA GADAMER PDF

Mukhammad Zamzami M. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW,sahabat dan para pengikutnya yang setia. Berkat taufiq dan hidayah-Nya, pada akhirnya kami pemakalah dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini kami tulis untuk memenuhi tugas mata pelajaran kuliah Filsafat Ilmu dengan pembahasan Hermeneutika. Pemakalah menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan dikarenakan keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, maka kritik dan saran dari pembaca yang yang budiman adalah hal yang sangat kami harapkan khususnya kepada Dr. I Selaku dosen pengampuh.

Author:Moogugis Faektilar
Country:Guinea-Bissau
Language:English (Spanish)
Genre:Literature
Published (Last):19 March 2019
Pages:220
PDF File Size:3.56 Mb
ePub File Size:19.57 Mb
ISBN:346-2-52983-255-6
Downloads:26169
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Moogutilar



Rina Rehayati,M. Pemikiran hermeneutika Gadamer menjadi salah satu konsep filosofi yang berbeda dari pemikiran Neo-Kantisme. Pemikiran abad pencerahan menghasilkan suatu paradigm baru didunia pengetahuan dan sosial manusia. Pengetahuan yang dipahami haruslah bersifat objektif. Besarnya pengaruh pemikiran Rene Descartes di abad pencerahan ini, menjadikan pengalaman dan interpretasi manusia ditangguhkan. Namun, Gadamer memisahkan hermeneutika dari ranah objektifitas ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu sosial yang diciptakan oleh pemikiran Abad Interpretasi manusia dalam ilmu pengetahuan bagi Gadamer menjadi sebuah kebenaran yang sesungguhnya.

Kata Kunci: Hermeneutika, Retorika, Filsafat praktis Abstract The study of social criticism that was pioneered by Immanuel Kant in the twentieth century became one analytic tool that is widely used among modernist and postmodernist philosophers. Thought Enlightenment produced a new paradigm in the world of social science and human.

Knowledge is understood must be objective. The amount of influence thought Rene Descartes in this enlightened age, the experience and human interpretation suspended.

Ag sciences created by human interpretation of 18th century thinking in science for Gadamer be a real truth. Keywords: Hermeneutics, Rhetoric, practical philosophy I.

Pengaruh gereja didalam ilmu pengetahuan pada abad ke 17 menjadi cikal bakal lahirnya pemikiran modernisme. Rasionalisme Rene Descartes menjadi antitesis terhadap dogmatis gereja tersebut. Bagi Heidegger, memahami berada pada ranah ontologis dimana dasein itulah yang memahami dirinya sendiri. Dalam kaitannya dengan Heidegger, Gadamer mengembangkan konsep yang lebih spesifik walaupun jika dipahami secara mendalam pengaruh Heidegger sangat jelas dalam pemikirannya.

Pra struktur memahami dalam pemikiran Heidegger berada didalam ranah ontologi yang berada dalam dunia metafisika dasein. Sedangkan, konsep memahami bagi Gadamer dikembalikan ke ranah epistomologi sehingga tidak ada unsur metafisis, lebih bersifat fenomenologis, diskriptif dan tidak abstrak seperti pemikiran Heidegger.

Pada abad pencerahan, semua filosof sepakat bahwasannya ilmu pengetahuan haruslah bersifat objektif, bebas dari pengaruh dogmatis gereja dan subjektifitas penelitinya. Namun, Gadamer menolak dan membantah konsep ini. Kesadaran objektifitas didalam ilmu pengetahuan bagi Gadamer haruslah ditembus, karena objektifitas tidak mungkin benar-benar objektif tanpa adanya prasangka dalam ilmu pengetahuan tersebut.

Ag Gadamer berpendapat bahwa hermeneutika filsafatnya adalah realisasi dari kemungkinan-kemungkinan yang terdapat di dalam pemikiran Heidegger. Berdasarkan hal tersebut, guna memahami pikiran Gadamer dalam banyak hal, kita perlu kembali mendalami akar-akar pikiran Heidegger tentang wujud manusia, analitika eksistensial, Ada dan bukan sebagai manusia dasar, ketiadaan yang hadir bersama Ada, historikalitas Ada-manusia-pemahaman, analisis prastuktur pemahaman. Dalam karya Gadamer yaitu Wahrheit und Methode ia menjelaskan bagaimana konsep hermeneutika mampu menjelaskan masalah-masalah kemanusiaan, ilmu pengetahuan tanpa berada dalam aspek metafisik ontologi yang membingungkan.

Menurut ayah Gadamer, filsafat, kesusastraan, dan ilmu-ilmu humaniora pada umumnya bukan merupakan ilmu pengetahuan yang serius. Akan tetapi, Gadamer tidak mendengar perkataan ayahnya. Ia berpegang teguh pada pilihannya untuk memperdalam filsafat. Ag mengikuti kepindahan ayahnya ke kota tersebut. Di kota ini, Gadamer belajar filsafat kepada sejumlah filsuf, di antaranya Paul Natorp dan Nicolai Hartmann.

Sesudah itu, Gadamer mengikuti kuliah Martin Heidegger di Freiburg. Di bawah bimbingan Heidegger, akhirnya Gadamer berhasil membuat Habilitation tentang etika dialektis Plato. Hal ini justru sangat terbalik jika dibandingkan dengan gurunya yang terlibat sangat intens dalam partai NAZI yaitu Martin Heidegger. Selain itu, masih banyak karya yang dihasilkan dari tangan Gadamer.

Perdebatan ini tidak menemukan kesimpulannya, tetapi merupakan awal dari hubungan yang hangat antara kedua orang ini. Sebagian besar dari apa yang tidak terkatakan itu bersifat remeh. Sampai pada titik tertentu, hermeneutik adalah disiplin yang bersangkut paut dengan motif-motif dan maksud-maksud yang dengan mudah bisa diketahui melalui kata-kata yang ada secara eksplisit. Universitas Muhammadiyah Malang, 11F. Ag Hermeneutik adalah berfikir filosofis yang mencoba untuk menjelaskan concept of verstehan dalam bahasa.

Proses pemahaman ini biasa disebut dengan interpretation apakah dalam bntuk penjelasan atau penerjemahan. Pada dasarnya hermeneutik berhubungan dengan bahasa. Menjadikan bahasa adalah manifestasi dari realita untuk mengapresiasi bentuk-bentuk dalam kehidupan. Penuangan ide serta konsep-konsep sebagai jalan agar mempunyai eksistensi yang dibenturkan dengan ekplorasi dalam bahasa.

Dalam bidang filsafat, pentingnya hermeneutik tidak dapat ditentukan secara berlebihan, sebab pada kenyataannya, keseluruhan filsafat adalah interpretasi dan pembahasan seluruh isi alam semesta ke dalam bahasa kebijaksanaan manusia.

Konsep triadic berarti kegiatan interpretasi mempunyai tiga segi yang saling berhubungan antara teks text , penafsir reader , dan juga pengarang author. Konsep tersebut bisa dikatakan sama dengan apa yang ada dalam lingkaran hermeneutik circle of hermeneutic. Horison yang dimaksud adalah horison teks, pengarang, dan pembaca.

Dengan memperhatikan ketiga horison tersebut diharapkan suatu upaya pemahaman atau penafsiran menjadi kegiatan rekonstruksi dan reproduksi makna teks, yang selain melacak bagaimana suatu teks dimunculkan oleh pengarangnya dan muatan apa yang masuk dan ingin dimasukkan oleh pengarang ke dalam teks, juga berusaha melahirkan kembali makna sesuai dengan situasi dan kondisi saat teks dibaca atau dipahami.

Ag yang sangat kritis terhadap metodologi memahami teks dan realitas. Tidak lagi sekedar disiplin tentang teori penafsiran melainkan melebar menjadi metateori tentang teori interpretasi. Peristiwa pemahaman terjadi ketika cakrawala makna historis dan asumsi kita berpadu dengan cakrawala tempat karya itu berada. Hermeneutika melihat sejarah sebagai dialog hidup antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Hermeneutika Filosofis Hans Georg Gadamer Problem hermeneutik pada intinya adalah terkait dengan proses menafsirkan teks yang timbul ketika seorang mengalami alienasi terhadap teks dan maknanya. Hermeneutika sendiri terbagi atas tiga tipologi yaitu, hermeneutik teori, hermeneutik kritik dan hermeneutik filsafat. Pemikiran Gadamer didalam hermeneutikanya termasuk kedalam hermeneutik filsafat. Hermeneutik filsafat adalah sebuah penafsiran yang selalu mempunyai arti proses produksi makna baru dan bukan reproduksi makna awal.

Pandangan utama hermeneutik filsafat memandang ilmuan sosial atau penafsir dan objek terkait dengan konteks tradisi, oleh karena itu manusia tidak dapat dimulai dari pemikiran netral. Hermeneutik filsafat tidak menuju pada pengetahuan murni objective knowledge yang harus melalui prosedur ilmiah dasein secara eksplisit dan fenomenologi yang dapat ditemukan dalam konteks sejarah.

Ag sebuah teks. Arti teks tidak hanya terbatas pada pengarang saja akan tetapi tetap terbuka terhadap kemungkinan penafsiran terbaru sesuai dengan kreatifitas penafsir. Bahkan baginya tidak ada jaminan bagi pengarang asli untuk menjadi penafsiran ideal atas karyanya. Pandangan ini mengidentifikasikan suatu karya ilmiah yang sudah dituangkan dalam tulisan sepenuhnya menjadi milik pembaca.

Oleh karena itu interpretasi tidak terbatas merekonstruksi makna tetapi juga memproduksi makna. Hermeneutika dalam Sejarah dan Ilmu Pengetahuan Gadamer menegaskan bahwa setiap pemahaman kita senantiasa merupakan suatu yang bersifat historis, dialektis dan kebahasaan. Kunci bagi pemahaman adalah partisipasi dan keterbukaan bukan manipulasi dan pengendalian. Menurut Gadamer hermeneutika berkaitan dengan pengalaman bukan hanya pengetahuan, berkaitan dengan dialektika bukan metodologi..

Dari sini dapat disimpulkan bahwa tugas utama hermeneutik adalah memahami teks baca: sejarah dan tradisi dan hakikat pengetahuan dalam tradisi hermeneutik filosofis Gadamer adalah 17F. Ag pemahaman atau penafsiran verstehen terhadap teks tersebut sesuai dengan situasi dan kondisi sang penafsir.

Dalam memahami persoalan masa lalu tidak serta merta paham akan situasi yang terjadi dalam kurun waktu yang lama. Karena itu suatu teks tidak hanya disesuaikan dengan masa lampau, tetapi dapat pula disesuaikan dengan situasi kita, dalam konteks kekinian bahkan juga bisa diproyeksikan ke masa depan.

Penafsir dan teks senantiasa terikat oleh konteks tradisinya masing-masing. Hal ini menjadikan seorang penafsir sadar atau tidak selalu mempunyai pra-paham tertentu terhadap teks yang ingin ditafsirkan.

Penafsir hanya mungkin dilakukan melaiui apa yang Gadamer sebut sebagai the fusion of horizons, yakni mempertemukan prapaham penafsir dan cakrawala makna yang dikandung teks. Dengan demikian, dalam arti penafsir selalu merupakan re-interpretation, yang memahami lagi teks secara baru dan makna baru. Kedua horison ini selalu hadir dalam setiap proses pemahaman dan penafsiran. Seorang pembaca teks akan memulai pemahaman dengan cakrawala hermeneutiknya. Namun, dia juga memperhatikan bahwa teks yang dia baca mempunyai horisonnya sendiri yang mungkin berbeda dengan horison yang dimiliki pembaca.

Ag Menurut Gadamer, sejarah atau sosialitas masyarakat merupakan medium berlangsungnya semua sistem pengetahuan. Sejarah sendiri merupakan sebuah perjalanan tradisi yang ingin membangun visi dan horison kehidupan di masa depan. Hermeneutika seperti yang digambarkan oleh Gadamer memperanggapkan pengetahuan yang bersifat steril, bersih dari jejak kepentingan yang menindas.

Gadamer menganggap interpretasi merupakan unproblematic meditation of subject karena disatukan oleh eksistensi mereka dalam suatu tradisi umum. Bagi Gadamer hakikat hermeneutika adalah ontologi dan fenomenologi pemahaman yakni, apa hakikat pemahaman dan bagaimana mengungkapkannya sebagaimana adanya. Pemahaman selalu dapat diterapkan pada keadaan kita pada saat ini, meskipun pemahaman itu berhubungan dengan peristiwa sejarah, dialektik dan bahasa.

Oleh karena itu pemahaman selalu mempunyai posisi, misalnya posisi pribadi kita sendiri saat ini pemahaman tidak pernah bersifat objektif dan ilmiah. Sebab pemahaman bukanlah mengetahui secara statis dan di luar kerangka waktu, tetapi selalu dalam keadaan tertentu. Misalnya dalam sejarah semua pengalaman yang hidup itu menyejarah, bahasa dan pemahaman juga menyejarah.

Interpretasi bukanlah sekedar sesuatu yang ditambahkan atau dipaksakan masuk ke dalam pemahaman. Memahami selalu dapat berarti membuat interpretasi. Oleh karena itu interpretasi secara eksplisit adalah bentuk dari pemahaman. Tujuan dari proses dialektika adalah menggelitik realitas yang dijumpai, dalam hal ini teks, supaya mengungkapkan dirinya.

Oleh karena itu, dalam pandangan Gadamer, tugas hermeneutik adalah mengeluarkan teks 25 Sumaryono, Hermeneutik Sebuah Metode Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, , h. Ag dari alienasinya, dan mengembalikannya ke dalam dialog yang riil dengan kehidupan manusia di masa kini. Dan jika ditarik lebih kebelakang, Hermeneutika berasosiasi dengan cerita dewa hermes, si penerjemah bahasa dewa, yang sama sekali tidak dapat disamakan dengan wahyu yang diterima Nabi Muhammad Saw.

Hermeneutika hanya berpusat pada triadic structure: teks, inrpreter dan audience saja. Apalagi teori Hermeneutika yang menganggap bahwa penafsir dapat mengerti labih baik dibandingkan penulis sendiri.

Kebenaran adalah kontekstualisasi universalitas. Oleh karena itu, menurut Gadamer, metodelogi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis partisipan, yaitu memaknai realitas sosial atau teks dengan memahami perilaku, pemahaman, sikap, dan tindakan objek penelitian.

Sebagai kesimpulan akhir, penulis ingin menyampaikan, filsafat hermeneutika Gadamer menjadi bagian penting dalam memaknai realitas sosial. Bahasa tetap menjadi bagian penting dalam membongkar makna bukan hanya terbatas pada rekonstruksi sosial.

ASKEP KRISIS HIPERTENSI PDF

Hans-Georg Gadamer

Rina Rehayati,M. Pemikiran hermeneutika Gadamer menjadi salah satu konsep filosofi yang berbeda dari pemikiran Neo-Kantisme. Pemikiran abad pencerahan menghasilkan suatu paradigm baru didunia pengetahuan dan sosial manusia. Pengetahuan yang dipahami haruslah bersifat objektif.

LIBRO DE ESTADISTICA PARA ADMINISTRACION Y ECONOMIA DE LEVIN PDF

Wahrheit und Methode

Latar Belakang Hermeneutika adalah suatu tindakan penafsiran untuk memahami suatu makna teks baik ilmu agama ataupun bukan ilmu agama. Hermeneutika tidak hanya berarti ilmu atau teori interpretasi memahami teks, tetapi juga mengandung pengertian sebagai ilmu yang menerangkan wahyu Tuhan dari tingkat kata ke duina, menerangkan bagaimana proses wahyu dari huruf ke realitas atau dari Logos ke Praksis, selanjutnya transformasi wahyu dari pikiran Tuhan menjadi kehidupan nyata. Namun, metode ini masih menjadi kontroversi karena hermeneutika adalah pemikiran Barat sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa hermeneutika dapat berdampak negative bagi perkembangan ilmu keislaman. Epistemologi hermeneutika berfungsi untuk meluruskan penilaian teradap metode ini yaitu sebagai cara baru memahami ilmu pengetauan. Gadamer menegaskan bahwa pemahaman adalah persoalan ontologis. Ia tidak menganggap hermeneutika sebagai metode, sebab baginya pemahaman yang benar adalah pemahaman yang mengarah pada tingkat ontologis bukan metodologis.

KANSAI AIRPORT RENZO PIANO PDF

Hermeneutika Hans-Georg Gadamer

.

Related Articles