BUDI HARDIMAN PDF

Shelves: filsafat Dipadukan dengan buku F. Budi Hardiman lainnya yg berjudul Menuju Masyarakat Komunikatif, buku ini merupakan karya terbaik dalam bahasa Indonesia bagi siapapun yg hendak menyelami pemikiran filsafat sosial Juergen Habermas. Urutan pembacaannya sebaiknya Kritik Ideologi ini lebih dahulu, lalu berlanjut ke buku Menuju Masyarakat Komunikatif. Selanjutnya, untuk lebih memperdalam, pembaca bisa pula menyimak karya Franz Magnis-Suseno yang berjudul Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, yang juga berbicara Dipadukan dengan buku F. Selanjutnya, untuk lebih memperdalam, pembaca bisa pula menyimak karya Franz Magnis-Suseno yang berjudul Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, yang juga berbicara seputar pemikiran Juergen Habermas.

Author:Nekora Gubar
Country:Guinea
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):25 March 2010
Pages:238
PDF File Size:5.4 Mb
ePub File Size:9.11 Mb
ISBN:268-4-38219-524-9
Downloads:70405
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakashakar



Shelves: filsafat Dipadukan dengan buku F. Budi Hardiman lainnya yg berjudul Menuju Masyarakat Komunikatif, buku ini merupakan karya terbaik dalam bahasa Indonesia bagi siapapun yg hendak menyelami pemikiran filsafat sosial Juergen Habermas.

Urutan pembacaannya sebaiknya Kritik Ideologi ini lebih dahulu, lalu berlanjut ke buku Menuju Masyarakat Komunikatif. Selanjutnya, untuk lebih memperdalam, pembaca bisa pula menyimak karya Franz Magnis-Suseno yang berjudul Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, yang juga berbicara Dipadukan dengan buku F. Selanjutnya, untuk lebih memperdalam, pembaca bisa pula menyimak karya Franz Magnis-Suseno yang berjudul Filsafat Sebagai Ilmu Kritis, yang juga berbicara seputar pemikiran Juergen Habermas.

Habermas adalah salah satu filsuf paling terkemuka di dunia yg masih hidup dan masih aktif menulis hingga saat ini Bahkan, tahun lalu buku terbarunya masih terbit, Europe: The Faltering Project, yang merupakan terjemahan dari edisi bahasa Jerman yang terbit pada Dalam buku ini ia antara lain berbicara tentang Derrida, Rorty, tentang Islam dan media.

Mengenai Mazhab Frankfur, selain dijelaskan pula dalam buku F. Budi Hardiman ini, pembaca dapat pula menyimak satu buku utuh tentang kelompok para pemikir ini, yakni karangan Sindhunata berjudul Dilema Manusia Rasional. Buku Kritik Ideologi karya F. Budi Hardiman menjadi pengantar yang baik bagi siapapun yang ingin mempelajari lebih dalam skema pemikiran Habermas.

Seingatku, menurut Habermas, bahwa persoalan besar manusia ada di ranah komunikasi, dan salah satu proyeknya adalah mewujudkan masyarakat kritis, menciptakan Menyibak pertautan pengetahuan dan kepentingan melalui pemikiran Jurgen Habermas, bahwa tindak komunikasi kritis emansipatoris menjadi titik eksistensi manusia di penghujung abad moderen.

Seingatku, menurut Habermas, bahwa persoalan besar manusia ada di ranah komunikasi, dan salah satu proyeknya adalah mewujudkan masyarakat kritis, menciptakan dialog-dialog emansipatoris menuju masyarakat radikal komunikatif. Selebihnya ada di buku itu, selamat membaca

ISMAIL XAVIER ALEGORIAS DO SUBDESENVOLVIMENTO PDF

Melampaui Positivisme dan Modernitas

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Dr. Fransisco Budi Hardiman lahir di Semarang , 31 Juli ; umur 57 tahun memperkenalkan pemikiran kritis Jurgen Habermas ke dalam masyarakat Indonesia lewat dua bukunya, "Kritik Ideologi" dan "Menuju Masyarakat Komunikatif". Setelah menerbitkan kedua karyanya itu ia belajar filsafat di Munich Jerman untuk meneliti Teori Diskursus yang dirumuskan oleh Habermas. Sekembalinya ke tanah air, ia mulai memikirkan dasar-dasar antropologis negatif dari kendala-kendala menuju demokrasi yang masih sering dialami masyarakat Indonesia.

89C51 ARCHITECTURE PDF

F. Budi Hardiman

Sejak abad ke gerakan humanis modern tumbuh memberikan penafsiran rasional yang mempersoalkan monopoli agama dan negara terhadap tafsir kebenaran. Humanisme sekular memberi kita keyakinan bahwa kehidupan "dunia-atas-sana" tak lebih penting daripada kehidupan "dunia-bawah-sini". Namun, humanisme tak luput dari kritik. Ketika humanisme menuntun pada suatu kemanusiaan tanpa Tuhan, yaitu keadaan ketika manusia bermain sebagai Tuhan, Hiroshima, Gulag, Killing Fields, Sebrenica, dan puluhan tempat pembunuhan massal lain pada abad ke menjadi tak terhindarkan. Di negeri kita, tragedi kemanusiaan juga tak sepi. Lalu, apakah itu berarti humanisme sudah usang? Ketika kini kebangkitan agama-agama sedang berlangsung mulus tak banyak hambatan dan nilai-nilai universal makin relatif, hikmat apakah yang masih dapat kita pelajari dari humanisme?

MACROBOLIC DIET PDF

Humanisme dan Sesudahnya: Meninjau Ulang Gagasan Besar tentang Manusia

Dengan idenya tentang ruang publik itu, dia yakin bahwa keutuhan masyarakat-masyarakat terglobalisasi dewasa ini dapat dipertahankan dan didinamiskan oleh rasionalitas manusia. Keyakinan seperti itu tidak dapat kita temukan lagi di kepala kebanyakan filsuf kontemporer karena wajah filsafat Barat memang sudah banyak berubah. Apa yang membedakan filsafat Barat dewasa ini dengan filsafat Barat dalam abad-abad sebelumnya? Di dalam abad-abad yang silam filsafat mengandaikan begitu saja kebenaran konsep-konsep, seperti: alam, subyektivitas dan 1 Habermas, Between Naturalism and Religion, Polity, Cambridge, , hlm.

Related Articles