MAKALAH LITOSFER PDF

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensyakralkan gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Olympus. Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet.

Author:Gardalkree Gulabar
Country:Poland
Language:English (Spanish)
Genre:Life
Published (Last):4 January 2017
Pages:466
PDF File Size:12.18 Mb
ePub File Size:12.11 Mb
ISBN:177-9-27429-824-3
Downloads:63958
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jujind



Mila Novia 2. Danang Ade Agustinova 3. Dwi Nur Fajriati 4. Attin Matsna Ulin Nur 5. Sri Wulandari 6. Caecilia Erika P. Latar Belakang Makhluk hidup di planet bumi tinggal pada lapisan bumi yang keras dan kaku yang disebut kulit bumi atau litosfer. Litosfer ini terletak paling atas atau paling luar dari bagian bumi, sehingga sering disebut dengan kerak bumi dan terdiri atas batuan dengan ketebalan km.

Litosfer merupakan lapisan bumi yang merupakan tempat tinggal makhluk hidup, baik manusi, hewan, dan tumbuhan. Semua aktifitas manusia dilakukan di lapisan atmosfer. Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa pegunungan, dataran tinggi, maupun dataran rendah. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor alam yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Oleh sebab itu, kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai litosfer, bahan-bahan pembentuk, proses pembentuk serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

Rumusan Masalah 1. Apa itu litosfer? Apa saja aspek-aspek dalam litosfer? Bagaimana proses pergerakan lempeng? Bagaimana proses pembentukan muka bumi? Tujuan 1. Untuk mengetahui apa itu listofer. Untuk mengetahui proses pergerakan lempeng. Untuk mengetahui proses pembentukan muka bumi. Litosfer Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi.

Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang paling atas yang terdiri dari batuan, umumnya lapisan ini terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan SO2. Itulah sebabnya lapisan litosfer seringkali dinamakan lapisan silikat. Terdapat dua tipe litosfer yaitu: 1. Litosfer samudra, yang berhubungan dengan kerak samudra dan berada di dasar samudera, memiliki ketebalan km.

Litosfer benua, yang berhubungan dengan kerak benua. Kerak benua memiliki kedalaman km. Aspek-Aspek Litosfer 1. Batuan 2. Tanah 3. Gunung dan Pegunungan 4. Dataran Tinggi 5. Perbukitan 6. Dataran Rendah 7. Proses pembentukan muka bumi 1. Tenaga Endogen Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menghasilkan relief muka bumi. Tenaga endogen dibagi menjadi tiga, yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa bumi. Tektonisme Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya pergeseran dan perubahan letak lapisan batuan secara horizontal dan vertikal.

Aktivitas tektonisme dibagi menjadi dua, yaitu orogenetik dan epirogenetik. Peristiwa ini disebut pula proses pembentukan gunung atau pegunungan.

Proses orogenetik menghasilkan lipatan dan patahan. Epirogenetik disebut juga proses pembentukan benua.

Epirogenetik dibedakan menjadi dua macam, yaitu epirogenesis positif dan epirogenesis negatif. Vulkanisme Vulkanisme adalah aktifitas penerobosan atau keluarnya magma dari dalam perut bumi akibat dari tingginya temperatur dan tekanan gas. Gunung merupakan tonjolan pada kulit bumi yang terdiri dari lereng dan puncak.

Rangkaian dari gunung-gunung membentuk pegunungan. Gunung dan pegunungan terbentuk akibat adanya tenaga endogen. Apabila suatu tempat di permukaan bumi yang pernah atau masih mengeluarkan magma maka terbentuklah gunung berapi.

Bentuk-bentuk gunung api adalah sebagai berikut: a. Gunung Api Perisai Gunung api perisai berbentuk seperti perisai shields terbentuk oleh letusan yang sangat cair efusief , yaitu berupa lelehan lava yang sangat luas dan landai.

Gunung api Starto Gunung api starto terbentuk akibat letusan yang berulang-ulang dan berseling- seling antara bahan padat dan lelahan lava. Gunung api Maar Gunung api maar terbentuk dari letusan berupa ledakan eksplosif yang dahsyat yang terjadi sekali, dengan mengeluarkan bahan-bahan berupa eflata.

Gunung maar biasanya punya dapur magma yang dangkal dan magma yang terdiri dari bahan-bahan padat dan gas yang padat. Aktifitas magma gunung berapi ada dua macam, yaitu intruksi magma dan ekstrusi magma.

Intruksi magma adalah penyusupan magma diantara lapisan batuan tetapi tidak sampai ke permukaan. Bentuk-bentuk yang ditimbulkan antara lain: batolit, lakolit, sill, diaterma, dan gang korok. Ekstrusi magma erupsi adalah aktifitas magma yang sampai ke permukaan bumi sehingga menyebabkan terjadinya letusan gunung berapi. Berdasarkan sifatnya, erupsi dibagi menjadi tiga, yaitu: erupsi eksplosif, erupsi efusif, dan erupsi campuran.

Terdapat beberapa macam material vulkanik, yaitu material padat, material cair, dan bahan gas. Material padat eflata berupa: bom vulkanik berupa batuan-batuan besar, tapili berupa batu kecil, dan pasir serta abu vulkanik. Material cair efusifa berupa: lava, lahar panas, dan lahar dingin. Bahan gas ekshalasi berupa: gas fumarol, gas sulfatar, dan gas mufakat. Gejala Pravulkanik Gejala Pravulkanik adalah tanda-tanda atau gejala di suatu daerah akan terjadi letusan gunung api.

Tanda-tanda akan terjadinya letusan gunung api antara lain: 1 Kenaikan suhu udara di sekitar gunung api drastis dari suhu rendah tiba-tiba naik jadi panas. Gejala pasca vulkanik Gejala pasca vulkanik adalah gejala yang terjadi setelah terjadi letusan gunung api di suatu daerah. Gejala pasca vulkanik ditandai dengan adanya: 1 Adanya sumber gas 2 Terdapat sumber air panas yang bisa dijadikan obat kulit, seperti mata air di Banten Jawa Tangah dan di Ciatar Jawa Barat 3 Adanya semburan air panas geyser yang keluar dari rekahan batuan seperti di Cisolok Sukabumi Jawa Barat.

Gempa bumi Gempa bumi seisme adalah getaran kulit bumi yang disebabkan oleh adanya tenaga endogen, pergeseran batuan, letusan gunung berapi, maupun longsoran. Menurut penyebabnya, gempa bumi dibagi menjadi tiga macam, yaitu: a. Alat pengukur gempa adalah seismograf. Satuan pengukur kekuatan gempa umumnya menggunakan skala richter. Pusat gempa yang ada di bawah kerak bumi disebut hiposenter hiposentrum.

Pusat gempa bumi pada titik di permukaan bumi yang terletak tegak lurus di atas hiposentrum disebut episenter episentrum. Gempa bumi mengakibatkan beberapa hal berikut ini: a.

Merusak dan menimbulkan kerugian material. Korban jiwa dan harta benda. Menghancurkan pemukiman dan lahan pertanian. Merusak alam dan lingkungan. Tenaga Eksogen Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak. Tenaga eksogen terdiri atas pelapukan, erosi, pengangkutan, dan sedimentasi. Pelapukan Pelapukan merupakan proses perusakan dan penghancuran massa batuan yang disebabkan oleh pengaruh cuaca, angin, dan organisme. Berdasarkan proses terjadinya, pelapukan dibedakan menjadi tiga, yaitu pelapukan mekanik, kimiawi, dan organik.

Pelapukan Mekanik Pelapukan mekanik adalah proses penghancuran batuan menjadi bagian- bagian yang lebih kecil tanpa mengubah susunan kimia batuan. Faktor yang menyebabkan terjadinya pelapukan mekanik antara lain sebagai berikut.

Kondisi ini umunya terjadi didaerah gurun. Pada siang hari suhu udara di daerah tersebut sangat tinggi sehingga batuan mengalami pemuaian, sedangkan pada malam hari suhu udara sangat rendah sehingga batuan mengerut. Perubahan suhu itu menyebabkan batuan mudah retak dan akhirnya pecah menjadi bagian yang lebih kecil. Air didalam keadaan cair akan meningkatkan volume jika membeku menjadi kristal-kristal es.

Oleg karena itu, air yang membeku di dalam celah-celah batuan dapat menekan batuan sehingga pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pelapukan Kimiawi Pelapukan kimiawi merupakan proses penghancuran massa batuan yang disertai perubahan sruktur kimia batuan.

Pelapukan ini terjadi karena adanya CO2 pelarutan. Air hujan yang mengandung dan asam amoniak sangat besar daya pelarutannya. Selain itu, suhu udara yang tinggi dan curah hujan yang besar mempercepat proses pelapukan kimiawi. Pelapukan kimiawi dapat kita temukan pada daerah kapur. Curah hujan disertai suhu udara yang tinggi mempercepat pelarutan batuan kapur. Bentuk-bentuk hasil pelapukan kimiawi di daerah kapur anatra lain dolina, gua atau sungai dibawah tanah, serta stalaktit dan stalakmit.

Pelapukan Organik Pelapukan organik merupakan proses penghancuran massa batuan yang disebabkan oleh binatang dan tumbuhan.

DUROOD TUNJINA PDF

Makalah Litosfer

Sepanjang sejarah, manusia selalu terpana oleh tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung adalah tempat suci, tempat bersemayam Tuhan. Orang Jepang mensyakralkan gunung Fuji. Dewa-dewi orang Yunani tinggal di Olympus. Pegunungan Himalaya merupakan tempat dewanya orang India dan Tibet.

LAND RAIDER TERMINUS ULTRA RULES PDF

MAKALAH LITOSFER

Jadi, litosfer adalah lapisan kulit bumi yang paling luar yang terdiri atas batuan dan mineral dengan ketebalan rata-rata Km. Lapisan litosfer terdiri atas dua bagian yaitu: a. Lapisan sial yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silicium dan alumunium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Lapisan ini memiliki ketebalan rata-rata 35Km.

BC847BPN DATASHEET PDF

Makalah Tentang Litosfer

Pengertian Litosfer Litosfer berasal dari bahasa yunani yaitu litos artinya batu dan Sphare berarti bulatan. Ahli- ahli geofisika menggunakan istilah litosfer dalam pengertian yang lebih terbatas yaitu kulit luar bumi yang tipis, disebut kerak crust. Proses terbentuknya ketiga macam batuan tersebut berbeda-beda. Induk dari ketiga macam batuan tersebut adalah magma. Magma adalah larutan silikat yang cair dan pijar yang terdapat di dalam bumi.

INTRODUCTION TO VISUAL OPTICS TUNNACLIFFE PDF

Semua batuan pada mulanya dari magma Magma keluar di permukaan bumi antara lain melalui puncak gunung berapi. Gunung berapi ada di daratan ada pula yang di lautan. Magma yang sudah mencapai permukaan bumi akan membeku. Magma yang membeku kemudian menjadi batuan beku. Batuan beku muka bumi selama beribu-ribu tahun lamanya dapat hancur terurai selama terkena panas, hujan, serta aktifitas tumbuhan dan hewan.

Related Articles